Sangkaramata Agrikultur Indonesia
| Alamat Lengkap: | Jl. Poros Bantaeng – Bulukumba, KM. 131 Desa Pajukukang, Kec. Pajukukang, Kab. Bantaeng, Sulawesi Selatan, Kab. Bantaeng, Sulawesi Selatan, Indonesia |
| Google Map: | Lihat Lokasi Harap lakukan double check Google map mungkin tidak akurat |
| Lokal Bisnis | Sulawesi Selatan |
| Bidang Perusahaan: | Ubi |
| Status Pajak: | Non PKP |
| Sources: | Indotrading |
PT Sangkaramata Agrikultur Indonesia merupakan perusahaan yang mengkhususkan diri pada pengembangan produk pertanian bermutu tinggi untuk pasar regional dan internasional. Mitra petani kami tersebar di beberapa kabupaten di Sulawesi Selatan, dengan fokus pada budidaya komoditas ekspor seperti satoimo (talas Jepang) dan horensou (bayam Jepang), yang diawasi serta dibimbing oleh tim ahli dari Jepang.
Catatan Informasi:
Halaman ini disusun untuk tujuan identifikasi dan informasi umum dari sumber publik, dan bukan merupakan halaman resmi, afiliasi, atau perwakilan perusahaan terkait. Nama, merek, logo, gambar, dan materi lain tetap menjadi hak pemilik masing-masing. Untuk informasi resmi atau terbaru, silakan kunjungi sumber atau website resminya. Permintaan koreksi atau penghapusan dapat diajukan melalui halaman kontak kami.Perusahaan Suplier & Jasa Terkait
Mitra bisnis yang siap memenuhi kebutuhan industri Anda.
Agronusa Berkah Jaya
PT Agronusa Berkah Jaya terdaftar sebagai Verified Supplier di Indotrading. com dan berkantor di Jalan Pintu Air IV, Kota Medan, Sumatera Utara. Perusahaan ini bergerak dalam penjualan berbagai produk agrikultur dan perikanan, antara lain konjac, kopi, pinang, kelapa, lobster, serta teripang.
PT Sangkaramata Agrikultur Indonesia
PT Sangkaramata Agrikultur Indonesia merupakan perusahaan yang bergerak dalam pengembangan produk pertanian berkualitas tinggi untuk pasar regional dan internasional. Mitra petani perusahaan tersebar di beberapa kabupaten di Sulawesi Selatan, dan kegiatan budidaya difokuskan pada komoditas ekspor seperti satoimo (talas Jepang) dan horensou (bayam Jepang), yang diawasi serta dibimbing oleh tim ahli dari Jepang.

